Cari Blog Ini

Selasa, 24 April 2012

Peristiwa-peristiwa Sekitar Proklamasi dan Proses Terbentuknya Kesatuan Republik Indonesia.






Kompetensi
Memahami Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Tentang
Mendiskripsikan Peristiwa-Peristiwa Sekitar Proklamasi dan Proses Terbentuknya Kesatuan Republik Indonesia.
1.    Kedatangan Jepang Ke Indonesia.
*    Awal Kedatangan Jepang Ke Indonesia
Awal mula ekspansi Jepang ke Indonesia didasari oleh kebutuhan Jepang akan minyak bumi untuk keperluan perang. Menipisnya persediaan minyak bumi yang dimiliki oleh Jepang untuk keperluan perang ditambah pula tekanan dari pihak Amerika yang melarang ekspor minyak bumi ke Jepang. Langkah ini kemudian diikuti oleh Inggris dan Belanda. Keadaan ini akhirnya mendorong Jepang mencari sumber minyak buminya sendiri.
Pada tanggal 1 Maret 1942, sebelum matahari terbit, Jepang mulai mendarat di tiga tempat di Pulau Jawa, yaitu di Banten, Indramayu, dan Rembang, masing-masing dengan kekuatan lebih kurang satu divisi.Pada awalnya, misi utama pendaratan Jepang adalah mencari bahan-bahan keperluan perang. Pendaratan ini nyatanya disambut dengan antusias oleh rakyat Indonesia. Kedatangan Jepang memberi harapan baru bagi rakyat Indonesia yang saat itu telah menaruh kebencian terhadap pihak Belanda. Tidak adanya dukungan terhadap perang gerilya yang dilakukan oleh Belanda dalam mempertahankan Pulau Jawa ikut memudahkan pendaratan tentara Jepang. Melalui Indramayu, dengan cepat Jepang berhasil merebut pangkalan udara Kalijati untuk dipersiapkan sebagai pangkaan pesawat. Hingga akhirnya tanggal 9 Maret tahun Showa 17, upacara serah terima kekuasaan dilakukan antara tentara Jepang dan Belanda di Kalijati.
Sikap Jepang pada awal kedatangannya semakin menarik simpati rakyat Indonesia. Dan kemenangan Jepang atas perang Pasifik digembor-gemborkan sebagai kemenangan bersama, yaitu kemenangan bangsa Asia. Saat tentara Jepang hendak mendarat di Indonesia, Pemerintah Jepang mengeluarkan slogan-slogan : ”India untuk orang India, Birma untuk orang Birma, Siam untuk orang Siam, Indonesia untuk orang Indonesia. “Jepang juga memberikan janji kemerdekaan “Indonesia shorai dokuritsu”, dan membiarkan bendera Indonesia dikibarkan. Bahkan sebelum Jepang mendarat di Pulau Jawa, siaran Tokyo sering menyiarkan lagu kebangsaan Indonesia. Tindakan lain yang dilakukan oleh Jepang adalah melakukan pelarangan terhadap penggunaan bahasa Belanda. Sejak itulah bahasa Indonesia ikut berkembang dengan pesat. Keadaan sebelum kedatangan Jepang juga dikisahkan sebagai berikut :

 ….Kalau malam, di radio, disiarkan siaran-siaran radio Jepang yang berbahasa Indonesia, menganjurkan supaya rakyat Indonesia berontak, sebelum Jepang mendarat. Dalam propaganda itu mereka mengatakan Jepang datang bukan untuk menjajah Indonesia melainkan memerdekakan bangsa Indonesia.
Setelah kedatangannya ke Indonesia, tentara ke 16 sebagai perwakilan pemerintah militer Jepang di Indonesia membentuk suatu badan propaganda yang disebut dengan Sendenbu. Badan ini berfungsi untuk mendukung pergerakan Jepang di Indonesia. Melalui badan ini pula, “Gerakan 3A” dipropagandakan, yaitu:
*    Jepang Cahaya Asia
*    Jepang Pemimpin Asia
*    Jepang Pelindung Asia
*    Jepang adalah saudara tua Indonesia 
*    Jepang membentuk Putera 
*    Jepang bertujuan untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan 
Saat dikuasai Jepang Indonesia dibagi dua :
1)   P. Jawa dan Sumatra di bawah komando angkatan darat, berpusat di Jakarta. 
2)   Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku di bawah Komando Angkatan Laut yang berpusat di 
Ujung Pandang. Indonesia dimasukkan dalam kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya,   
dibawah kepemimpinan  Jepang.

Romusha

Romusha (“buruh”, “pekerja”) adalah panggilan bagi orang-orang Indonesia yang dipekerjakan secara paksa pada masa penjajahan Jepang di Indonesia dari tahun 1942 hingga 1945. Kebanyakan romusha adalah petani, dan sejak Oktober 1943 pihak Jepang mewajibkan para petani menjadi romusha. Mereka dikirim untuk bekerja di berbagai tempat di Indonesia serta Asia Tenggara. Jumlah orang-orang yang menjadi romusha tidak diketahui pasti – perkiraan yang ada bervariasi dari 4 hingga 10 juta.
Kamikaze
Bangsa Jepang, setelah kekalahan mereka di Pertempuran Pulau Midway pada Tahun 1942,mereka mempunyai momentum Untuk memulai Perang Pasifik (dikenal secara resmi sebagai Perang luar biasa Asia Timur di Jepang). Selama Tahun 1943-1944, angkatan perang Sekutu, didukung Oleh sektor industri yang maju dan sumber penghasilan yang cukup Kaya Mulai mengintai gerak gerik pasukan jepang. Pesawat pesawat tempur Jepang banyak yang kalah kelas dengan pesawat -pesawat tempur AS, terutama F4U Corsair dan P-51 Mustang.Karena kekalahan di pertempuran dan banyaknya pilot – pilot yang mati, jepang pun jadi kekurangan pilot – pilot trampil untuk dijadikan pilot kamikaze.
Jepang mulai menggunakan taktik Kamikaze waktu itu karena merasa sudah tidak mampu lagi menerobos barisan armada tempur Amerika Serikat, dimana Angkatan Laut Jepang sendiri hampir habis dan Angkatan Daratnya kewalahan. Ide penggunaan pasukan khusus ini dicetuskan oleh Vice Admiral Kimpei Teraoka yang merupakan kepala staf komandan angkatan laut di Filipina yang mengeluh jika taktik biasa tidak mungkin dilakukan, mereka (Pasukan Jepang) haruslah menjadi manusia super. Ide ini kemudian direalisasikan oleh Vice Admiral Takejiro Onishi yang menggantikan Teraoka pada Oktober 1944 yang kemudian dikenal sebagai Bapak Kamikaze
*    Latar Belakang Jepang Ke Indonesia
Bulan Oktober 1941, Jenderal Hideki Tojo menggantikan Konoe sebagai Perdana Menteri Jepang. Sebenarnya, sampai akhir tahun 1940, pimpinan militer Jepang tidak menghendaki melawan beberapa negara sekaligus, namun sejak pertengahan tahun 1941 mereka melihat, bahwa Amerika Serikat, Inggris dan Belanda harus dihadapi sekaligus, apabila mereka ingin menguasai sumber daya alam di Asia Tenggara. Apalagi setelah Amerika melancarkan embargo minyak bumi, yang sangat mereka butuhkan, baik untuk industri di Jepang, maupun untuk keperluan perang.
Terjadinya perang pasifik sangat berpengaruh besar terhadap gerakan kemerdekaan negara-negara di Asia Timur, termasuk Indonesia. Tujuan Jepang menyerang dan menduduki Hndia-Belanda adalah untuk menguasai sumber-sumber alam, terutama minyak bumi, guna mendukung potensi perang Jepang serta mendukung industrinya. Jawa dirancang sebagai pusat penyediaan bagi seluruh operasi militer di Asia Tenggara, dan Sumatera sebagai sumber minyak utama.
Tujuan Kedatangan Jepang ke Indonesia:
     1. Menguasai wilayah Indonesia. Bukti: 
1)   Indonesia dijadikan sebagai sumber bahan mentah 
2)   Romusha 
3)    Semua kegiatan Parpol dilarang 
     2. Tentara pendudukan Jepang melakukan pemerasan ekonomi: 
1)   Petani wajib menyetorkan hasil panen padi, jagung, dan ternak 
2)   Petani wajib menanam jarak untuk pelumas senjata 
3)   Hutan-hutan ditebang untuk kebutuhan industri hasil perkebunan harus disetor pada Jepang 
4)   penyerahan besi atau logam untuk kebutuhan industri senjata 
     3. Pemuda-pemuda Indonesia dikerahkan untuk romusha (kerja paksa)
     4. Jepang membentuk organisasi semi militer dan militer penuh 
     1. Semi militer: 
1)   Seinendan, 29 April 1943 .Tujuan: mendidik dan melatih pemuda Indonesia untuk 
     mempertahankan Indonesia dengan kekuatan sendiri. 
2)   .Keibodan, 29 April 1943, Barisan pembantu Polisi. 
3)   Fujinkai,  Agustus 1943, Himpunan Wanita ,Wanita usia >15 th dilatih militer .
4)   Jawa Hokokai, 1944, dibentuk Jend. Kumkici Harada. 
2.    Latar Belakang Terbentuknya BPUPKI dan PPKI
Pada tahun 1944 Saipan jatuh ke tangan sekutu.dengan pasukan jepang di Papua Nugini Kepulauan Solomon , dan Kepulauan Marshall yang berhasil di pukul mundur oleh pasukan sekutu.Dalam situasi kritis tersebut , pada tanggal 1 maret 1945 Letnan Jendral Kumakici Harada , pimpinan pemerintah pendudukan jepang di jawa , mengumumkan pembentukan badan penyelidik Usaha-usaha persiapan kemerdekan INDONESIA (Dokuritsu Junbi Cosakai ) . pengangkatan pengurus ini di umumkan pada tanggal 29 april 1945 . dr. K . R . T. Radjiman Wediodiningrat diangkat sebagai (Kaico ), sedangkan yang duduk sebagai ketua muda (fuku kico ) pertama di jabat oleh seorang jepang , Shucokai cirebon yang bernama Icibangase . R .P .Suroso diangkat sebagai kepala sekertariat dengan di bantu oleh Toyohiti Masuda dan Mr. A. G . Pringodigdo pada tanggal 28 mei 1945 dilangsungkan upacara peresmian badan penyelidik Usaha-Usaha persiapan kemerdekaan bertempat di gedung Cuo sangi in, jalan pejambon (Sekarang GedungDepartemen Luar negri ) ,jakarta.upacara peresmian itu dihadiri pula oleh dua pejabat jepang yaitu jendral Itagaki (panglima tentara ke tujuh yang bermarkas di singapura) dan letnan jendral nagano (panglima tentara Keenam belas yang   baru ). Pada kesempatan itu di kibarkan bendera jepang ,Hinomaru oleh Mr.A.G. pringgodigdo yang disusul dengan pengibaran bendera merah putih oleh toyohiko Masuda .
Adapun latar belakang pembentukan BPUPKI secara formil, termuat dalam Maklumat Gunseikan nomor 23 tanggal 29 Mei 1945, dilihat dari latar belakang dikeluarnya Maklumat No. 23 itu adalah karena kedudukan Facisme (kekuasaan) Jepang yang sudah sangat terancam. Maka sebenarnya, kebijaksanaan Pemerintah Jepang dengan membentuk BPUPKI bukan merupakan kebaikan hati yang murni tetapi Jepang hanya ingin mementingkan dirinya sendiri, yaitu pertama; Jepang ingin mempertahankan sisa-sisa kekuatannya dengan cara memikat hati rakyat Indonesia, dan yang kedua; untuk melaksanakan politik kolonialnya.
Pada akhir tahun 1944, kedudukan Jepang dalam perang Asia Pasifik semakin terdesak. Pada 9 September 1944 Perdana menteri Jepang Koiso mengeluarkan janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Memasuki tahun 1945 kedudukan Jepang semakin terdesak oleh kekeuatan sekutu. Dalam kondisi seperti itu, Jepang khawatir akan timbulnya perlawanan yang hebat dari rakyat Indonesia. Untuk melunakkan hati bangsa Indonesi, pada 1 Maret 1945 Jepang mengumumkan dibentuknya Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usah-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). BPUPKI dipimpin dr. Radjiman Wediodiningrat. Badan ini dibentuk untuk mempersiapkan hal-hal penting berkenaan dengan segi politik, ekonomi, dan tata pemeritahan yang diperlukan dalam pembentukan Negara Indonesia.
     Sejak dibentuk BPUPKI pernah mengadakan dua kali persidangan. Berikut sidang-sidang BPUPKI tersebut.
a.  Sidang pertama (29 Mei-1 Juni 1945) membahas masalah berkenaan dengan dasar Negara Indonesia merdeka.
b.    Sidang kedua (10-16 Juli 1945) membahas rancangan undang-undang dasar (UUD).
Dengan alas an telah selesai menjalankan tugasnya, BPUPKI dibubarkan pada 7 Agustus 1945. Sebagai gantinya di bentuk Dokuritsu Junbi Inkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). PPKI diketuai oleh Ir. Soekarno dan wakilnya Drs. Moh. Hatta. Sebagai penasihat ditunjuk Mr. Ahmad Soebarjo. Jumlah anggota PPKI yang disetujui oleh pemerintah jepang sebamyak 21 orang. Namun, tanpa persetujuan pemerintah Jepang jumlah tersebut ditambah lagi 6 orang sehingga menjadi 27 orang. Penambahan anggota PPKI tanpa persetujuan Jepang menunjukkan bahwa PPKI adalah melik bangsa Indonesia dengan tujuan untuk mempersiapkan kemerdekaan. 
  Lahirnya BPUPKI dan PPKI telah mematangkan bangsa untuk membentuk Negara baruyang akan mengatur sediri   kehidupan berbangsa dan bernegara oleh masyarakat Indonesia
3. Latar Belakang Penyusunan Dasar dan Konstitusi Negara Indonesia.
Pada 29 Mei-1 Juni 1945 BPUPKI menyelenggarakan sidang pertama di gedung Cuo Sang In di Pejambo Jakatra (sekarang gedung Departemen Luar Negeri). Dalam sidang tersebut diagendakan pembicaraan mengenai perumusan dasar negara.
  Sejarah Tatanegara Republik Indonesia telah mencatat bahwa sejak Negara Republik Indonesia  diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 sampai dengan sekarang, sudah tiga Undang- Undang Dasar pernah berlaku dan digunakan sebagai landasan konstitusional Negara Republik  Indonesia. Adapun tiga Undang-Undang Dasar itu ialah:
1.   Undang-Undang Dasar 1945 yang memuat dalam berita Republik Indonesia tahun II (1945) No. 7., halaman 45 sampai 48, berlaku mulai tanggal 18 Agustus 1945 sampai 17 Agustus 1950; kemudian berlaku kembali sejak 5 Juli 1959 sampai sekarang.
2.    Konstitusi Republik Indonesia Serikat yang diundangkan dalam Lembaran Negara Nomor 3 tahun 1950, berlaku mulai tanggal 27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950.
3.    Undang-Undang Dasar sementara yang diundangkan dalam Lembaran Negara Nomor 56 tahun 1950 sebagai Undang-Undang Nomor 7 tahun 1950, yang berlaku mulai 17 Agustus 1950 sampai 5 Juli 1959.
Jadi dalam sejarah konstitusi, Undang-Undang Dasar 1945 mempunyai perkembangan yang istimewa jika dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar lain yang pernah berlaku di Indonesia. Keistimewaannya itu diantaranya:
1.    Undang-Undang Dasar 1945 berlaku yang pertama kali setelah Negara Republik Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, tepatnya berlaku sejak tanggal 18 Agustus 1945.
2.    Pada saat berlakunya Konstitusi Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950) tidak berarti bahwa UUD 1945 tidak berlaku lagi. Ia tetap berlaku, malahan Undang-Undang ini memakai dengan dua konstitusi, yaitu UUD 1945 dan Konstitusi Republik Indonesia Serikat.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka dapat diadakan penahapan berlakunya Undang-Undang Dasar 1945 sebagai berikut:
1.    Tahap pertama   : 18 Agustus 1945-27 Desember 1949
2.    Tahap kedua       : 27 Desember 1949-17 Agustus 1950
3.    Tahap ketiga       : 5 Juli 1959-sekarang.
Penyusunan UUD 1945 memiliki karakteristik yang berbeda dengan ketika disusunannya UUD 1945. Rancangan pembukaan disusun dengan aktivitas historis yang sangat unik, seperti Undang-undang Dasar menciptakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan dalam pasal-pasalnya. Secara yuridis (hukum), pembukaan (preambule) berkedudukan lebih tinggi dari pada UUD 1945 karena ia berstatus sebagai pokok kaidah fundamental (mendasar) daripada Negara Indonesia, sifatnya abadi, tidak dapat diubah oleh siapapun walaupun oleh MPR ataupun dengan jalan hukum, oleh karena itu bersifat imperatif.
Historis penyusunan dan pengesahan Pembukaan UUD 1945 secara kronologis dapat digambarkan sebagai berikut:
*    Tanggal 7 September 1944 adalah janji politik Pemerintahan Balatentara Jepang kepada Bangsa Indonesia, bahwa Kemerdekaan Indonesia akan diberikan besok pada tanggal 24 Agustus 1945.
Latar belakang :
1.    balatentara Jepang menjelang akhir 1944, menderita kekalahan dan tekanan dari tentara sekutu.
2.    tuntutan dan desakan dari pemimpin Bangsa Indonesia.
Tanggal 29 April 1945 pembentukan BPUPKI oleh Gunswikau (Kepala Pemerintahan Balatentara Jepang di Jawa). Badan ini bertugas untuk menyelidiki segala sesuatu mengenai persiapan kemerdekaan Indonesia, dan beranggotakan 60 orang terdiri dari para Pemuka Bangsa Indonesia yang diketuai oleh Dr. Rajiman Wedyodiningrat, dengan wakil muda Raden Panji Soeroso dan itibangase Yosio. Badan ini dibentuk pada tanggal 29 April 1945 oleh Gunaaikan (kepala Pemerintahan Balatentara Jepang di Jawa) dengan tugas untuk menyelidiki segala sesuatu mengenai persiapan kemerdekaan Indonesia, dan kemudian dilantik pada tanggal 29 Mei 1945.
Adapun susunan Keanggotaan BPUPKI adalah sebagai berikut :
1.    Ketua (Kaityoo)                   : Dokter K. R. T. Rajiman Widyodiningrat
2.    Ketua Muda (Fuku)            : Raden Panji Soeroso
3.    Ketua Muda (Fuku)            : Itibangase Yosio
Anggota-anggotanya terdiri dari :
1.    Ir. Soekarno
2.    Mr. Muh. Yamin
3.    Ki. Hajar Dewantara
4.    Drs. Muhammad Hatta
5.    KH. Abdulhalim, dan lain-lain.
1.    Dasar Disusunnya Rancangan Pembukaan (Preambule) UUD 1945 Sebagai Hukum Dasar
Dasar-dasar pikiran disusunnya Rancangan Pembukaan UUD 1945 sebagai Hukum Dasar dapat kita dapati dengan memeriksa kembali jalannya persidangan BPUPKI yang secara kronologis nanti kita bahas pada bab berikutnya. Dipembahasan ini, kami akan tampilkan secara sistematis cara kerja yang ditempuh oleh BPUPKI.
Adapun cara kerja yang ditempuh oleh BPUPKI dalam penyusunan Rancangan Pembukaan UUD 1945 sebagai Hukum Dasar Negara ada 2 (dua) Pase, yaitu :
             1)    Pase Penyusunan (Perumusan)
1.    Penyusunan konsep Rancangan Dasar Negara Indonesia Merdeka yang kemudian disahkan sebagai Rancangan Dasar Negara Indonesia Merdeka.
2.    Penyusunan Konsep Rancangan Preambule Hukum Dasar yang kemudian diserahkan menjadi Rancangan Preambule Hukum Dasar.
3.    Penyusunan hal-hal yang lain, seperti :
*    Rancangan pernyataan Indonesia Merdeka.
*    Rancangan Ekonomi dan Keuangan
*    Rancangan Bagian Pembelaan Tanah Air.
*    Bentuk Negara.
*    Wilayah Negara.
*    Pase Pengesahan
             2)    Pengesahan Rancangan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia, adalah sebagai    berikut :
 1.    Menetapkan Rancangan Preambule Hukum Dasar (yang terkenal dengan nama Piagam Jakarta) dengan beberapa perubahan (amandemen) sebagai pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia.
 2.    Menetapkan Rancangan Hukum Dasar Negara Republik Indonesia setelah mendapat beberapa perubahan sebagai Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia.
 3.    Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
              3)    Menetapkan berdirinya Komite Nasional
Pada 29 Mei-1 Juni 1945 BPUPKI menyelenggarakan sidang  pertama digedung Cou Sangi In di Pejabon Jakarta (Sekarang gedung Departemen Luar Negeri). Dalam siding tersebut diagendakan pembicaraan mengenai perumusan dasar Negara Indonesia. Dalam siding pertama BPUPKI, tiga orang tokoh nasional mengajukan usul tentang rumusan dasar Negara Indonesia. Tokoh-tokoh tersebut Mr. Moh. Yamin, Prof. Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Usulan pertama diajukan oleh Mr. Moh. Yamin mengemukakan lima asas ssebagai dasar Negara Indonesia, yaitu sebagai berikut :
a. Perumusan Dasar Negara Indonesia
untuk merumuskan UUD diawali dengan pembahasan mengenai dasar negara Indonesia Merdeka .
1) Rumusan Mr. Muh. Yamin
Tokoh yang pertama kali mendapatkan kesempatan untuk penyampaian rumusan Dasar Negara Indonesia Merdeka adalah Mr Muh . Yamin mengemukakan lima” Ajas Dasar Negara Republik Indonesia ”sebagai berikut :
a) peri kebangsaan
b) peri kemusiaan
c) peri ke-tuhanan
d) periKerakyataan
e) Kesejahteraan rakyat
2) Rumusan prof. Dr .Mr. Soepomo
Pada tanggal 31 mei 1945 prof. Dr.Mr Soepomo mengajukan Dasar Negara Indonesia Merdeka yaitu sebagai berikut :
a) Persatuan
b) Kekeluargaan
c) Keseimbangan
d) Musyawarah
e) Keadilan sosial
3) Rumusan Ir. Soekarno
Pada tanggal 1 juni 1945 berlangsunglah rapat terakhir dalam persidangan pertama , itu .pada kesempatan itulah Ir Soekarno mengemukakan pidatonya yang kemudian dikenal sebagai ”Lahirnya pancasila ”.selain berisi pandangan mengenai dasar negara Indonesia Merdeka ,keistimewaan pidato Ir Soekarno juga berisi usulan mengenai nama bagi dasar negara ,yaitu pancasila ,Trisiia ,atau Ekasila .Selanjutnya ,sidang memilih nama pancasila sebagai nama dasar negara .Lima dasar negara yang diusulkan oleh Ir Soekarno adalah sebagai berikut:
a) Kebangsaan Indonesia
b) Internasionalisme atau Perikemanusiaan
c) Mufakat atau demokrasi
d) Kesejahteraan sosial
e) Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Piagam Jakarta
Pada tanggal 22 jini 1945 BPUPKI membentuk panitia kecil yang beranggotakan dengan 9orang . oleh karna itu, panitia ini di sebut juga sebagai panitia sembilan. Anggotanya berjumlah 9orang , yaitu sebagai berikut:
1) Ir.Soekarno
2) Drs.Moh. Hatta
3) Mr. Muh. Yamin
4) Mr. Ahmad soebardjo
5) Mr. A.A . Maramis
6) Abdul kadir Muzakir
7) K. H. Wachid Hasjim
8) H. Agus Salim
9) Abikusno Tjokrosjoso
Mr. Muh. Yamin menamakan rumusan tersebut piagam Jakarta atau Jakarta Charter. rumusan rancangan dasar negara Indonesia Merdeka itu adalah sebagai berikut :
1) Ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan Syari’at islam sebagai pemeluk – pemeluknya ,
2) (menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
3) Kesatuan Indonesia
4) (dan) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusyawaratan perwakilan
5) (serta dengan mewujudkan suatu) keadilan sosial bagi kerakyatan indonesia
c. Rancangan UUD
Pada tanggal 10 juli 1945 dibahas Rencana UUD, termasuk soal pembukaan atau preambule-nya oleh sebuah panitia perancang UUD dangan suara bulat menyetujui isi prembule (pembukaan) yang di ambil dari piagam jakarta. Hasil perumusan panitia kecil ini kemudian di sempurnakan bahasanya oleh panitia penghalus bahasa yang terdiri dari Husein Djaja diningrat , H. Agus salaim, dan Prof . Dr. Mr . Soetomo
persidangan ke2 BPUPKI di laksanakan pada tanggal 14 juli 1945 dalam rangka menerima laporan panitia perancang UUD. Ir. Soekarno selaku ketui penitia melaporkan 3 hasil yaitu :
1) Pernyataan indonesia merdeka
2) Pembukaan UUD
3) UUD (batang tubuh )
2.Reaksi GolongonMuda
a. Kongres Pemuda Seluruh Jawa
tanggal 16 mei 1945 di bandung diadakan kongres pemuda seluruh jawa yang di prakarsai angkatan moeda indonesia. Kongres pemuda itu dihadirin oleh lebih 100 pemuda. Kongres tersebut menghimbau para pemuda di jawa hendaknya bersatu dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan proklamasi kemerdkaan . satelah 3 hari kongres berlangsung, akhirnya di putuskan 2 buah resolusi, yaitu:
1) Semua golongan indonesia , terutama golongan pemuda di persatukan dan di bulatkan di bawah satu pimpinan nasional.
2) dipercepatnya pelaksanaan pernyataan kemerdekaan indonesia.
b. Pembentukan Gerakan Angkatan Baroe Indonesia
Pernyataan pada kongres pemuda seluruh jawa tidak memuaskan beberapa tokoh pemuda yang hadir. Mereka bertekad untuk menyatakan suatu gerakan pemuda yang lebih radikal . diadakan suatu pertemuan rahasia di jakerta utuk membentuk suatu panitia kusus yang di ke tuai oleh B. M. Diah . yang menghasilkan pembentukan gerakan angkatan baroe indonesia misalnya:
1) mencapai persatuan yang kompak di antara seluruh golongan masyarakat indonesia
2) menanamkan semangat revolusioner masa atas dasar kesadaran mereka sebagai rakyat yang berdaulat
3) membentuk negara kesatuan republik indonesia
4) bahu–bahu bersama jepang untuk mempersatukan indonesia tetapi jika perlu termasuk untuk mencapai kemerdekaan dengan kekuatannya sendiri .
c. Pembentukan gerakan rakyat baroe .
Pembentukan gerakan rakyat baroe adalah gerakan rakyat baroe yang di bentuk berdasarkan hasil sidang ke-8 cuo sangiin. Susunan pengurus pusat organisasi ini terdiri dari 80 orang . anggotanya terdiri atas penduduk asli indonesia dan bangsa jepang golongan cina, golongan arab ,dan golongan peranakan eropa.
3. Pembentukan PPKI
Pada tanggal 7 agustus 1945 BPUPKI di bubarkan sebagai penggantinya pemerintah pendudukan jepang membentuk PPKI .Ir. soekarno untuk sebagai ketua PPKI dan Drs. Muh hata ditunjuk sebagai wikil ketuanya , sedangkan Mr.Ahmad Soerbadjo ditunjuk sebagai penasehatnya .
4. Pristiawa Rengasdengklok
Mohammad Hatta berjanji akan menanyakan hal itu kepada Gunsekanbu. Setelah yakin bahwa jepang telah menyerahkan kepada sekutu Moh. Hatta mengabil keputusan untuk segera meninggalkan Anggota PPKI .rapat yang dipimpin oleh Chairul Saleh itu menghasilkan keputusan ” kemerdekaan indonesia adalah hak dan soal indonesia sendiri , tak dapat di gantung pada orang dan negara lain .
5. Perumusan teks proklamasi
Sebelum mereka mulai merumskan naskah proklamasi . Kalimat pertama dari naskah proklamasi merupakan saran dari Mr.Ahmad Soebardjo yang diambil dari rumusan BPUPKI , sedangkan kalimat terakhir merupakan sumbangan pikiran dari Drs .Moh. Hatta.
6. Pelaksana proklamasi kemerdekaan
Pimpinan bangsa indonesiia telah berdatangan ke jalan pegang saat Timur. Adapun susunan acara yang telah dipersiapkan adalah :
1)pembacaan proklamasi
2)pengibaran bendera merah putih
3) sambutan wali kota Soewirjo dan dr.Muwardi
7.penyebaran berita proklamasi
Berita proklamasi yang sudah meluas di seluruh jakarta disebarkan keseluruh indonesia. Selain lewat radio, berita proklamasi juga disiarkan lewat pers dan surat sebaran
8.Reaksi Rakyat terhadap proklamasi kemerdekaan
Reaksi berbagai daerah di indonesia terhadap proklamasi kemerdekaan Republik indonesia adalah terjadinya perubahan kekuasaan , baik dengan cara kekerasan maupun dengan cara perundingan .
Pada awalnya Jepang yang pada saat terlibat dalam perang asia pasifik, membutuhkan tenaga pemuda untuk berperang. Kemudian jepang segera meminta bantuan kepada rakyat Indonesia agar mereka mau membantu dengan imbalan Jepang akan memberikan kemerdekaan untuk Indonesia dengan istilah Deklarasi Kaiso.
Dibentuknya BPUPKI/Dokuritsu Junbi Cosakai bertujuan untuk menyelidiki dan mengumpulkan bahan-bahan penting tentang ekonomi, politik dan tata pemerintahan sebagai persiapan untuk kemerdekaan Indonesia. Tentunya pembentukan BPUPKI ini hanya digunakan sebagai kamuflase Jepang saja, karena sudah tentu Jepang tidak akan melepaskan Indonesia yang kaya akan SDA dan SDM.
4.    Perang Asia Pasifik (Perang Dunia Ke-2).
*    Perang Asia Pasifik (Perang Dunia ke-II)
Perang Dunia II di medan Asia-Pasifik diawali oleh Jepang dengan membom secara tiba-tiba terhadap pangkalan terbesar Angkatan Laut Amerika Serikat Pearl Harbour di Pasifik tanggal 7 Desember 1941. Lima jam setelah penyerangan itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda Van Starkenborg Stachouwer menyatakan perang terhadap Jepang. Jepang dalam waktu singkat melakukan serbuan ke selatan yakni pada tanggal 8 Desember 1941 menyerbu lapangan terbang Clark Field dan lapangan Iba di Pulau Luzon Filipina. Setelah berhasil menguasai dua tempat tersebut Jepang melanjutkan menduduki P. Hainan, Hongkong, dan Bangkok. Hongkong merupakan pos terdepan bagi Inggris di Asia. Pada tanggal 10 Desember 1941 Jepang menduduki Pulau Luzon dan Bataan di Filipina dengan mendapat perlawanan sengit dari pasukan Amerika yang dibantu sukarelawan Filipina. Kemudian pada tanggal 16 Desember 1941 Jepang berhasil menduduki Birma (Myanmar) dan akhirnya pada tanggal 20 Desember 1991 Jepang menduduki Davao di Filipina.
Untuk menghadapi serangan Jepang, tentara Sekutu membentuk komando ABDACOM (American, British Dutch Australian Command) yaitu gabungan dari pasukan Amerika, Inggris, Belanda, dan Australia yang bermarkas di Lembang (dekat Bandung). Pasukan ini mulai beroperasi tanggal 15 Januari 1942 di bawah panglima besar Sir Archibald Wavell (Inggris). Di samping itu juga membentuk Front ABCD (American, British, Cina, Dutch) yaitu gabungan pasukan Amerika, Inggris, Cina dan Belanda. Adapun serangan-serangan Jepang semakin gencar dan menguasai beberapa daerah.Perang Dunia II di medan Asia-Pasifik diawali oleh Jepang dengan membom secara tiba-tiba terhadap pangkalan terbesar Angkatan Laut Amerika Serikat Pearl Harbour di Pasifik tanggal 7 Desember 1941. Lima jam setelah penyerangan itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda Van Starkenborg Stachouwer menyatakan perang terhadap Jepang. Jepang dalam waktu singkat melakukan serbuan ke selatan yakni pada tanggal 8 Desember 1941 menyerbu lapangan terbang Clark Field dan lapangan Iba di Pulau Luzon Filipina. Setelah berhasil menguasai dua tempat tersebut Jepang melanjutkan menduduki P. Hainan, Hongkong, dan Bangkok. Hongkong merupakan pos terdepan bagi Inggris di Asia.
Pada tanggal 10 Desember 1941 Jepang menduduki Pulau Luzon dan Bataan di Filipina dengan mendapat perlawanan sengit dari pasukan Amerika yang dibantu sukarelawan Filipina. Kemudian pada tanggal 16 Desember 1941 Jepang berhasil menduduki Birma (Myanmar) dan akhirnya pada tanggal 20 Desember 1991 Jepang menduduki Davao di Filipina. Untuk menghadapi serangan Jepang, tentara Sekutu membentuk komando ABDACOM (American, British Dutch Australian Command) yaitu gabungan dari pasukan Amerika, Inggris, Belanda, dan Australia yang bermarkas di Lembang (dekat Bandung). Pasukan ini mulai beroperasi tanggal 15 Januari 1942 di bawah panglima besar Sir Archibald Wavell (Inggris). Di samping itu juga membentuk Front ABCD (American, British, Cina, Dutch) yaitu gabungan pasukan Amerika, Inggris, Cina dan Belanda. Adapun serangan-serangan Jepang semakin gencar dan menguasai beberapa daerah.
Pada bulan Januari 1942 Jepang menduduki Malaysia, Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Malaysia pada waktu itu dikuasai Sekutu berhasil direbut Jepang. Pada tanggal 24 Januari 1942 Jepang menduduki Tarakan, Balikpapan, dan Kendari. Balikpapan merupakan sumber-sumber minyak maka diserang dengan hati-hati agar tetap utuh, tetapi dibumihanguskan oleh tentara Belanda. Tanggal 3 Februari 1942 Samarinda diduduki pasukan Jepang. Pada waktu itu Samarinda masih dikuasai tentara Hindia Belanda (KNIL). Dengan direbutnya lapangan terbang oleh Jepang, maka tanggal 10 Februari 1942 Banjarmasin dengan mudah dapat diduduki. Pada tanggal 4 Februari 1942 Ambon berhasil diduduki Jepang, kemudian dilanjutkan pada tanggal 14 Februari 1942 menguasai Palembang dan sekitarnya. Dengan jatuhnya Palembang maka dengan mudah Jepang masuk ke Jawa. Dalam penyerbuan-penyerbuan itu Jepang lebih kuat dibanding Sekutu karena Jepang memiliki bantuan kekuatan udara taktis. Sedangkan kekuatan udara Sekutu sudah dihancurkan dalam pertempuran-pertempuran awal di Indonesia maupun Malaya (Malaysia).
Adapun serangan-serangan pasukan Jepang di Jawa diawali pada tanggal 1 Maret 1942, Jepang mendarat di Teluk Banten, Eretan Wetan (Jawa Barat) dan di Kragan (Jawa Tengah). Kemudian tanggal 5 Maret kota Batavia (Jakarta) jatuh ke tangan tentara Jepang dan dilanjutkan menduduki Buitenzorg (Bogor). Jepang menyerang di Pulau Jawa karena dipandang sebagai basis kekuatan politik dan militer Belanda. Oleh karena itu, gerakan pasukan Jepang baik dari arah barat maupun dari timur ditujukan ke Pulau Jawa. Serangan-serangan Jepang dalam waktu singkat dapat menjatuhkan negara-negara imperialis di Cina daratan dan Asia Tenggara termasuk Belanda di Indonesia. Pasukan Belanda terkepung di Cilacap dan Bandung kemudian menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati, Subang (Jawa Barat) pada tanggal 8 Maret 1942. Penyerahan ini ditandatangani oleh Panglima Tentara Hindia Belanda Letnan Jenderal Ter Poorten dan di pihak Jepang diwakili Jenderal Hitosyi Imamura.
Perang dunia ke-dua merupakan perang terbesar sejarah kehidupan manusia yang mengakibatkan kehancuran dan menelankorban jutaan jiwa. Peristiwa perang dunia II terjadi karena adanya kecenderungan atau suatu paham fasisme yang berkembang di Eropa keadaan politik internasional menjelang Perang Dunia II menyerupai keadaan tahun 1906-1914 sebelum Perang Dunia I. Ada yang menyatakan bahwa Perang Dunia II merupakan lanjutan Perang Dunia I. PerangDunia I merupakan balas dendam Perancis terhadap Jerman karena dipermalukan dalamkekalahannya ketika kalah perang tahun 1870-1871. Selain itu dalam masalah industri,Jerman juga bersaing dengan Inggris. Dengan persaingan-persaingan itu makaterbentuklah persekutuan militer (aliansi). Ada dua persekutuan, yakni triple alliantieyang kemudian dikenal dengan “Blok Sentral” yang terdiri atas Jerman, Austria, danItalia. Sedangkan Triple Entente yang kemudian disebut “Blok Sekutu” yang terdiri atasPerancis, Inggris, Rusia dan lain-lain.Pada tanggal 1 agustus 1914 Jerman mengumumkan perang kepada Rusia dandisusul Perancis mengumumkan perang kepada Jerman tanggal 3 agustus 1914.Kemudian tanggal 4 agustus Inggris berkecamuklah perang yang hampir melibatkanseluruh dunia dikenal dengan Perang Dunia II. Perang ini berakhir dengan kekalahanJerman yang menyerah pada tanggal 11 November 1918 sebagai pihak yang kalah,Jerman harus membayar ganti rugi kepada sekutu dengan dikuatkan dalam perjanjianversailles pada tahun 1919.
Pihak-Pihak Yang Berperang Dalam Perang Dunia II.
Jalannya Perang Dunia II terbagi tiga. Adapun pihak-pihak yang berperangdibeberapa medan peperangan dalam Perang Dunia II1. Medan EropaPada tanggal 1 september 1939 Jerman menyerang Polandia pada tanggal 9 april1940 Jerman melakukan serangan ke utara yakni ke Denmark dan Norwegia. Keduanegara ini dapat diduduki Jerman. Pada bulan Mei 1940 Belanda dapat diduduki Jermansehingga Ratu Wilhelmina mengungsi ke Inggris. Tentara Perancis dibawah pimpinanCharles de Gaule mengungsi ke Inggris.2. Medan AfrikaInggris dapat memukul mundur tentara Italia di Afrika Utara. Serangan sekututerhadap blok sentral pada tanggal 23 oktober 1942 di Afrika Utara dipusatkan di ElAlamien, Mesir. Tentara Jerman di bawah jenderal Erwin Rommel menyerbu Afrika danmenghantam Inggris sampai di muka Alexandria. Serangan Jerman ke Afrika Utara dapatditahan oleh Inggris dibawah pimpinan Montgomery dan Amerika Serikat dibawahEisenhawer pada tanggal 12 november 1942.3. Medan Asia Pasifik Perang di medan asia pasifik diawali dengan penyerbuan pangkalan armadaangkatan laut Amerika Serikat di Pearl harbour, hawai pada tanggal 7 desember 1941 oleh Jepang. Perang dunia II asia pasifik sering disebut perang asia timur raya.
*    Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia II (Perang Asia Pasifik)
Latar belakang yang menjadi penyebab Perang Dunia II yang terjadipada tahun 1939-1945 pada umumnya tidak dapat dilepaskan dari peristiwa Perang Dunia I yang terjadi pada tahun 1914-1918. Fasisme sebagai salah satu lambang kediktatoran sebenarnya telah muncul jauh sebelum abad-20. Faham tersebut semakin berkembang dan menjadi ideologi sebuah negara. Kemunculan negara-negara berhaluan paham fasisme itulah yang disinyalir menjadi penyebab utama Perang Dunia ke-2.  Alasanya karena fasis merupakan lawan demokrasi dan mengakibatkan munculnya pertentengan ideologi antar negara. Akibatnya, perlombaan persenjataan pun tidak bisa dihindari. Selain itu, gagalnya  LBB mewujudkan tugas perdamaian dan keamaanan dunia yang dianggap sebagai sebab umum terjadinya perang dunia ke II (Perang Asia Pasifik). Secara umum alasan langsung yang menyebabkan terjadinya Perang Dunia II 1939-1945 dipicu oleh  faktor yaitu :
a. Sebab umum: Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam menciptakan perdamaian dunia.
b. Negara - negara maju saling berlomba memperkuat militer dan persenjataannya. Adanya politik aliansi (mencari kawan persekutuan).
1.  Blok Fasis terdiri atas Jerman, Italia, dan Jepang
2.  Blok Sekutu terdiri atas:
a). Blok demokrasi yaitu Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda.
b). Blok komunis yaitu Rusia,Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia, Rumania, dan Cekoslovakia.
c). Adanya pertentangan-pertentangan akibat ekspansi
d). Adanya pertentangan faham demokrasi, fasisme dan komunisme.
e). Adanya politik balas dendam (“Revanche Idea”) Jerman terhadap Perancis, karena Jerman merasa dihina dengan Perjanjian Versailles .
*    Pengaruh Kebijakan Pemerintahan Pendudukan Jepang di Indonesia
Dengan penandatanganan ini maka Perang Dunia II membawa akibat bagi bangsa Indonesia yaitu:
1. Akibat positif, yaitu imperialisme Belanda di Indonesia berakhir,
2. Akibat negatif, yaitu Indonesia dijajah Jepang.
Masa penjajahan Jepang di Indonesia walaupun tidak begitu lama akan tetapi mengakibatkan penderitaan lahir maupun batin. Rakyat kekurangan pangan dan sandang serta mengalami penderitaan rokhaniah (moral). Kebijaksanaan Jepang terhadap rakyat Indonesia mempunyai dua prioritas yaitu:
1. Menghapuskan pengaruh-pengaruh Barat di kalangan rakyat Indonesia.
2. Menggerakkan rakyat Indonesia demi kemenangan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.

Sumber Buku :
IPS Terpadu 2 Yudhistira, Karya Drs. Anwar Kurnia,
IPS Terpadu 3 Yudhistira, Drs. Anwar Kurnia,
IPS Kelas 2 penerbit Sahabat ,Karya Kusmarwanto dan Surya Fathoni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar