Kompetensi
Memahami Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia
Tentang
Mendiskripsikan
Peristiwa-Peristiwa Sekitar Proklamasi dan Proses Terbentuknya Kesatuan
Republik Indonesia.
1.
Kedatangan
Jepang Ke Indonesia.
Awal
mula ekspansi Jepang ke Indonesia didasari oleh kebutuhan Jepang akan minyak
bumi untuk keperluan perang. Menipisnya persediaan minyak bumi yang dimiliki
oleh Jepang untuk keperluan perang ditambah pula tekanan dari pihak Amerika
yang melarang ekspor minyak bumi ke Jepang. Langkah ini kemudian diikuti oleh
Inggris dan Belanda. Keadaan ini akhirnya mendorong Jepang mencari sumber
minyak buminya sendiri.
Pada
tanggal 1 Maret 1942, sebelum matahari terbit, Jepang mulai mendarat di tiga
tempat di Pulau Jawa, yaitu di Banten, Indramayu, dan Rembang, masing-masing
dengan kekuatan lebih kurang satu divisi.Pada awalnya, misi utama pendaratan
Jepang adalah mencari bahan-bahan keperluan perang. Pendaratan ini nyatanya
disambut dengan antusias oleh rakyat Indonesia. Kedatangan Jepang memberi
harapan baru bagi rakyat Indonesia yang saat itu telah menaruh kebencian
terhadap pihak Belanda. Tidak adanya dukungan terhadap perang gerilya yang
dilakukan oleh Belanda dalam mempertahankan Pulau Jawa ikut memudahkan
pendaratan tentara Jepang. Melalui Indramayu, dengan cepat Jepang berhasil
merebut pangkalan udara Kalijati untuk dipersiapkan sebagai pangkaan pesawat.
Hingga akhirnya tanggal 9 Maret tahun Showa 17, upacara serah terima kekuasaan
dilakukan antara tentara Jepang dan Belanda di Kalijati.
Sikap
Jepang pada awal kedatangannya semakin menarik simpati rakyat Indonesia. Dan
kemenangan Jepang atas perang Pasifik digembor-gemborkan sebagai kemenangan
bersama, yaitu kemenangan bangsa Asia. Saat tentara Jepang hendak mendarat di
Indonesia, Pemerintah Jepang mengeluarkan slogan-slogan : ”India untuk orang
India, Birma untuk orang Birma, Siam untuk orang Siam, Indonesia untuk orang
Indonesia. “Jepang juga memberikan janji kemerdekaan “Indonesia shorai
dokuritsu”, dan membiarkan bendera Indonesia dikibarkan. Bahkan sebelum Jepang
mendarat di Pulau Jawa, siaran Tokyo sering menyiarkan lagu kebangsaan
Indonesia. Tindakan lain yang dilakukan oleh Jepang adalah melakukan pelarangan
terhadap penggunaan bahasa Belanda. Sejak itulah bahasa Indonesia ikut
berkembang dengan pesat. Keadaan sebelum kedatangan Jepang juga dikisahkan
sebagai berikut :
….Kalau
malam, di radio, disiarkan siaran-siaran radio Jepang yang berbahasa Indonesia,
menganjurkan supaya rakyat Indonesia berontak, sebelum Jepang mendarat. Dalam
propaganda itu mereka mengatakan Jepang datang bukan untuk menjajah Indonesia
melainkan memerdekakan bangsa Indonesia.
Setelah
kedatangannya ke Indonesia, tentara ke 16 sebagai perwakilan pemerintah militer
Jepang di Indonesia membentuk suatu badan propaganda yang disebut dengan
Sendenbu. Badan ini berfungsi untuk mendukung pergerakan Jepang di Indonesia.
Melalui badan ini pula, “Gerakan 3A” dipropagandakan, yaitu:
Jepang adalah saudara tua Indonesia
Jepang membentuk Putera
Jepang bertujuan untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan
Saat dikuasai Jepang Indonesia dibagi dua :
1) P. Jawa dan Sumatra di bawah komando angkatan darat, berpusat di Jakarta.
2) Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku di bawah Komando Angkatan Laut yang berpusat di
Ujung Pandang. Indonesia dimasukkan dalam kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya,
dibawah kepemimpinan Jepang.
Romusha
Romusha (“buruh”, “pekerja”) adalah
panggilan bagi orang-orang Indonesia yang dipekerjakan secara paksa pada masa
penjajahan Jepang di Indonesia dari tahun 1942 hingga 1945. Kebanyakan romusha
adalah petani, dan sejak Oktober 1943 pihak Jepang mewajibkan para petani
menjadi romusha. Mereka dikirim untuk bekerja di berbagai tempat di
Indonesia serta Asia Tenggara. Jumlah orang-orang yang menjadi romusha
tidak diketahui pasti – perkiraan yang ada bervariasi dari 4 hingga 10 juta.
Kamikaze
Bangsa Jepang, setelah kekalahan mereka
di Pertempuran Pulau Midway pada Tahun 1942,mereka mempunyai momentum Untuk
memulai Perang Pasifik (dikenal secara resmi sebagai Perang luar biasa Asia
Timur di Jepang). Selama Tahun 1943-1944, angkatan perang Sekutu, didukung Oleh
sektor industri yang maju dan sumber penghasilan yang cukup Kaya Mulai
mengintai gerak gerik pasukan jepang. Pesawat pesawat tempur Jepang banyak yang
kalah kelas dengan pesawat -pesawat tempur AS, terutama F4U Corsair dan P-51
Mustang.Karena kekalahan di pertempuran dan banyaknya pilot – pilot yang mati,
jepang pun jadi kekurangan pilot – pilot trampil untuk dijadikan pilot
kamikaze.
Jepang mulai menggunakan taktik Kamikaze
waktu itu karena merasa sudah tidak mampu lagi menerobos barisan armada tempur
Amerika Serikat, dimana Angkatan Laut Jepang sendiri hampir habis dan Angkatan
Daratnya kewalahan. Ide penggunaan pasukan khusus ini dicetuskan oleh Vice
Admiral Kimpei Teraoka yang merupakan kepala staf komandan angkatan laut di
Filipina yang mengeluh jika taktik biasa tidak mungkin dilakukan, mereka
(Pasukan Jepang) haruslah menjadi manusia super. Ide ini kemudian
direalisasikan oleh Vice Admiral Takejiro Onishi yang menggantikan Teraoka pada
Oktober 1944 yang kemudian dikenal sebagai Bapak Kamikaze
Bulan Oktober 1941, Jenderal Hideki Tojo
menggantikan Konoe sebagai Perdana Menteri Jepang. Sebenarnya, sampai akhir
tahun 1940, pimpinan militer Jepang tidak menghendaki melawan beberapa negara
sekaligus, namun sejak pertengahan tahun 1941 mereka melihat, bahwa Amerika
Serikat, Inggris dan Belanda harus dihadapi sekaligus, apabila mereka ingin
menguasai sumber daya alam di Asia Tenggara. Apalagi setelah Amerika
melancarkan embargo minyak bumi, yang sangat mereka butuhkan, baik untuk
industri di Jepang, maupun untuk keperluan perang.
Terjadinya perang pasifik sangat
berpengaruh besar terhadap gerakan kemerdekaan negara-negara di Asia Timur,
termasuk Indonesia. Tujuan Jepang menyerang dan menduduki Hndia-Belanda adalah
untuk menguasai sumber-sumber alam, terutama minyak bumi, guna mendukung
potensi perang Jepang serta mendukung industrinya. Jawa dirancang sebagai pusat
penyediaan bagi seluruh operasi militer di Asia Tenggara, dan Sumatera sebagai
sumber minyak utama.
Tujuan Kedatangan Jepang ke Indonesia:
1. Menguasai wilayah Indonesia. Bukti:
1) Indonesia dijadikan sebagai sumber bahan mentah
2) Romusha
3) Semua kegiatan Parpol dilarang
2. Tentara pendudukan Jepang melakukan pemerasan ekonomi:
1) Petani wajib menyetorkan hasil panen padi, jagung, dan ternak
2) Petani wajib menanam jarak untuk pelumas senjata
3) Hutan-hutan ditebang untuk kebutuhan industri hasil perkebunan harus disetor pada Jepang
4) penyerahan besi atau logam untuk kebutuhan industri senjata
3. Pemuda-pemuda Indonesia dikerahkan untuk romusha (kerja paksa)
4. Jepang membentuk organisasi semi militer dan militer penuh
1. Semi militer:
1) Seinendan, 29 April 1943 .Tujuan: mendidik dan melatih pemuda Indonesia untuk
mempertahankan Indonesia dengan kekuatan sendiri.
2) .Keibodan, 29 April 1943, Barisan pembantu Polisi.
3) Fujinkai, Agustus 1943, Himpunan Wanita ,Wanita usia >15 th dilatih militer .
4) Jawa Hokokai, 1944, dibentuk Jend. Kumkici Harada.
2.
Latar
Belakang Terbentuknya BPUPKI dan PPKI
Pada tahun 1944
Saipan jatuh ke tangan sekutu.dengan pasukan jepang di Papua Nugini Kepulauan
Solomon , dan Kepulauan Marshall yang berhasil di pukul mundur oleh pasukan
sekutu.Dalam situasi kritis tersebut , pada tanggal 1 maret 1945 Letnan Jendral
Kumakici Harada , pimpinan pemerintah pendudukan jepang di jawa , mengumumkan
pembentukan badan penyelidik Usaha-usaha persiapan kemerdekan INDONESIA
(Dokuritsu Junbi Cosakai ) . pengangkatan pengurus ini di umumkan pada tanggal
29 april 1945 . dr. K . R . T. Radjiman Wediodiningrat diangkat sebagai (Kaico
), sedangkan yang duduk sebagai ketua muda (fuku kico ) pertama di jabat oleh
seorang jepang , Shucokai cirebon yang bernama Icibangase . R .P .Suroso
diangkat sebagai kepala sekertariat dengan di bantu oleh Toyohiti Masuda dan
Mr. A. G . Pringodigdo pada tanggal 28 mei 1945 dilangsungkan upacara peresmian
badan penyelidik Usaha-Usaha persiapan kemerdekaan bertempat di gedung Cuo
sangi in, jalan pejambon (Sekarang GedungDepartemen Luar negri )
,jakarta.upacara peresmian itu dihadiri pula oleh dua pejabat jepang yaitu
jendral Itagaki (panglima tentara ke tujuh yang bermarkas di singapura) dan
letnan jendral nagano (panglima tentara Keenam belas yang baru ). Pada kesempatan itu di kibarkan
bendera jepang ,Hinomaru oleh Mr.A.G. pringgodigdo yang disusul dengan
pengibaran bendera merah putih oleh toyohiko Masuda .
Adapun latar belakang pembentukan BPUPKI
secara formil, termuat dalam Maklumat Gunseikan nomor 23 tanggal 29 Mei 1945,
dilihat dari latar belakang dikeluarnya Maklumat No. 23 itu adalah karena
kedudukan Facisme (kekuasaan) Jepang yang sudah sangat terancam. Maka
sebenarnya, kebijaksanaan Pemerintah Jepang dengan membentuk BPUPKI bukan
merupakan kebaikan hati yang murni tetapi Jepang hanya ingin mementingkan
dirinya sendiri, yaitu pertama; Jepang
ingin mempertahankan sisa-sisa kekuatannya dengan cara memikat hati rakyat
Indonesia, dan yang kedua; untuk
melaksanakan politik kolonialnya.
Pada akhir tahun 1944, kedudukan
Jepang dalam perang Asia Pasifik semakin terdesak. Pada 9 September 1944
Perdana menteri Jepang Koiso mengeluarkan janji kemerdekaan kepada
bangsa Indonesia. Memasuki tahun 1945 kedudukan Jepang semakin terdesak oleh
kekeuatan sekutu. Dalam kondisi seperti itu, Jepang khawatir akan timbulnya
perlawanan yang hebat dari rakyat Indonesia. Untuk melunakkan hati bangsa
Indonesi, pada 1 Maret 1945 Jepang mengumumkan dibentuknya Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usah-Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). BPUPKI dipimpin dr. Radjiman Wediodiningrat.
Badan ini dibentuk untuk mempersiapkan hal-hal penting berkenaan dengan
segi politik, ekonomi, dan tata pemeritahan yang diperlukan dalam pembentukan
Negara Indonesia.
Sejak dibentuk BPUPKI pernah mengadakan dua kali persidangan. Berikut
sidang-sidang BPUPKI tersebut.
a. Sidang pertama (29 Mei-1 Juni 1945) membahas masalah
berkenaan dengan dasar Negara Indonesia merdeka.
b. Sidang kedua (10-16 Juli 1945) membahas rancangan
undang-undang dasar (UUD).
Dengan alas an telah selesai menjalankan
tugasnya, BPUPKI dibubarkan pada 7 Agustus 1945. Sebagai gantinya di bentuk Dokuritsu Junbi Inkai atau Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). PPKI diketuai oleh Ir.
Soekarno dan wakilnya Drs. Moh.
Hatta. Sebagai penasihat
ditunjuk Mr. Ahmad Soebarjo. Jumlah anggota PPKI yang disetujui
oleh pemerintah jepang sebamyak 21 orang. Namun, tanpa persetujuan pemerintah
Jepang jumlah tersebut ditambah lagi 6 orang sehingga menjadi 27 orang.
Penambahan anggota PPKI tanpa persetujuan Jepang menunjukkan bahwa PPKI adalah
melik bangsa Indonesia dengan tujuan untuk mempersiapkan kemerdekaan.
Lahirnya BPUPKI dan PPKI telah mematangkan
bangsa untuk membentuk Negara baruyang akan mengatur sediri kehidupan
berbangsa dan bernegara oleh masyarakat Indonesia
3. Latar Belakang Penyusunan Dasar dan
Konstitusi Negara Indonesia.
Pada 29 Mei-1 Juni 1945 BPUPKI menyelenggarakan
sidang pertama di gedung Cuo Sang In di Pejambo Jakatra (sekarang gedung
Departemen Luar Negeri). Dalam sidang tersebut diagendakan pembicaraan mengenai
perumusan dasar negara.
Sejarah Tatanegara Republik Indonesia
telah mencatat bahwa sejak Negara Republik Indonesia diproklamasikan pada
tanggal 17 Agustus 1945 sampai dengan sekarang, sudah tiga Undang- Undang Dasar
pernah berlaku dan digunakan sebagai landasan konstitusional Negara Republik Indonesia. Adapun tiga Undang-Undang Dasar itu ialah:
1. Undang-Undang Dasar 1945 yang memuat dalam berita Republik
Indonesia tahun II (1945) No. 7., halaman 45 sampai 48, berlaku mulai tanggal
18 Agustus 1945 sampai 17 Agustus 1950; kemudian berlaku kembali sejak 5 Juli
1959 sampai sekarang.
2.
Konstitusi Republik Indonesia Serikat yang diundangkan dalam
Lembaran Negara Nomor 3 tahun 1950, berlaku mulai tanggal 27 Desember 1949
sampai 17 Agustus 1950.
3.
Undang-Undang Dasar sementara yang diundangkan dalam
Lembaran Negara Nomor 56 tahun 1950 sebagai Undang-Undang Nomor 7 tahun 1950,
yang berlaku mulai 17 Agustus 1950 sampai 5 Juli 1959.
Jadi dalam sejarah
konstitusi, Undang-Undang Dasar 1945 mempunyai perkembangan yang istimewa jika
dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar lain yang pernah berlaku di Indonesia. Keistimewaannya
itu diantaranya:
1.
Undang-Undang Dasar 1945 berlaku yang pertama kali setelah
Negara Republik Indonesia
diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, tepatnya berlaku sejak tanggal 18
Agustus 1945.
2. Pada saat berlakunya
Konstitusi Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950)
tidak berarti bahwa UUD 1945 tidak berlaku lagi. Ia tetap berlaku, malahan
Undang-Undang ini memakai dengan dua konstitusi, yaitu UUD 1945 dan Konstitusi
Republik Indonesia Serikat.
Berdasarkan hal tersebut di
atas, maka dapat diadakan penahapan berlakunya Undang-Undang Dasar 1945 sebagai
berikut:
1.
Tahap pertama : 18 Agustus 1945-27 Desember 1949
2.
Tahap kedua : 27 Desember
1949-17 Agustus 1950
3. Tahap
ketiga : 5 Juli 1959-sekarang.
Penyusunan UUD 1945
memiliki karakteristik yang berbeda dengan ketika disusunannya UUD 1945.
Rancangan pembukaan disusun dengan aktivitas historis yang sangat unik, seperti
Undang-undang Dasar menciptakan
pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan dalam pasal-pasalnya.
Secara yuridis (hukum), pembukaan (preambule) berkedudukan lebih tinggi dari
pada UUD 1945 karena ia berstatus sebagai pokok kaidah fundamental (mendasar)
daripada Negara Indonesia, sifatnya abadi, tidak dapat diubah oleh siapapun
walaupun oleh MPR ataupun dengan jalan hukum, oleh karena itu bersifat
imperatif.
Historis penyusunan dan pengesahan Pembukaan UUD 1945 secara kronologis dapat digambarkan sebagai berikut:
Historis penyusunan dan pengesahan Pembukaan UUD 1945 secara kronologis dapat digambarkan sebagai berikut:
Latar belakang :
1.
balatentara Jepang menjelang akhir 1944, menderita kekalahan
dan tekanan dari tentara sekutu.
2.
tuntutan dan desakan dari pemimpin Bangsa Indonesia.
Tanggal 29 April 1945
pembentukan BPUPKI oleh Gunswikau (Kepala Pemerintahan Balatentara
Jepang di Jawa). Badan ini bertugas untuk menyelidiki
segala sesuatu mengenai persiapan kemerdekaan Indonesia, dan beranggotakan 60
orang terdiri dari para Pemuka Bangsa Indonesia yang diketuai oleh Dr. Rajiman
Wedyodiningrat,
dengan wakil muda Raden Panji Soeroso dan itibangase Yosio.
Badan ini dibentuk pada tanggal 29 April 1945 oleh Gunaaikan (kepala
Pemerintahan Balatentara Jepang di Jawa) dengan tugas untuk menyelidiki segala sesuatu mengenai
persiapan kemerdekaan Indonesia, dan kemudian dilantik pada tanggal
29 Mei 1945.
Adapun susunan Keanggotaan BPUPKI adalah sebagai berikut :
Adapun susunan Keanggotaan BPUPKI adalah sebagai berikut :
1.
Ketua (Kaityoo)
: Dokter K. R. T. Rajiman
Widyodiningrat
2.
Ketua Muda
(Fuku) :
Raden Panji Soeroso
3. Ketua Muda
(Fuku) :
Itibangase Yosio
Anggota-anggotanya terdiri
dari :
1.
Ir. Soekarno
2.
Mr. Muh. Yamin
3.
Ki. Hajar Dewantara
4.
Drs. Muhammad Hatta
5.
KH. Abdulhalim, dan lain-lain.
1.
Dasar Disusunnya Rancangan Pembukaan (Preambule) UUD 1945
Sebagai Hukum Dasar
Dasar-dasar pikiran
disusunnya Rancangan Pembukaan UUD 1945 sebagai Hukum Dasar dapat kita dapati
dengan memeriksa kembali jalannya persidangan BPUPKI yang secara kronologis
nanti kita bahas pada bab berikutnya. Dipembahasan ini, kami akan tampilkan
secara sistematis cara kerja yang ditempuh oleh BPUPKI.
Adapun cara kerja yang ditempuh oleh BPUPKI dalam penyusunan Rancangan Pembukaan UUD 1945 sebagai Hukum Dasar Negara ada 2 (dua) Pase, yaitu :
Adapun cara kerja yang ditempuh oleh BPUPKI dalam penyusunan Rancangan Pembukaan UUD 1945 sebagai Hukum Dasar Negara ada 2 (dua) Pase, yaitu :
1) Pase Penyusunan
(Perumusan)
1. Penyusunan konsep
Rancangan Dasar Negara Indonesia Merdeka yang kemudian disahkan sebagai
Rancangan Dasar Negara Indonesia Merdeka.
2. Penyusunan Konsep
Rancangan Preambule Hukum Dasar yang kemudian diserahkan menjadi Rancangan Preambule
Hukum Dasar.
3. Penyusunan hal-hal
yang lain, seperti :
2) Pengesahan
Rancangan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia, adalah sebagai berikut
:
1. Menetapkan Rancangan
Preambule Hukum Dasar (yang terkenal dengan nama Piagam Jakarta)
dengan beberapa perubahan (amandemen) sebagai pembukaan Undang-undang Dasar Negara
Republik Indonesia.
2. Menetapkan Rancangan
Hukum Dasar Negara Republik Indonesia
setelah mendapat beberapa perubahan sebagai Undang-undang Dasar Negara Republik
Indonesia.
3. Pemilihan Presiden
dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
3) Menetapkan
berdirinya Komite Nasional
Pada 29 Mei-1 Juni 1945 BPUPKI
menyelenggarakan sidang pertama digedung
Cou Sangi In di Pejabon Jakarta
(Sekarang gedung Departemen Luar Negeri). Dalam siding tersebut diagendakan
pembicaraan mengenai perumusan dasar Negara Indonesia. Dalam siding pertama
BPUPKI, tiga orang tokoh nasional mengajukan usul tentang rumusan dasar Negara
Indonesia. Tokoh-tokoh tersebut Mr. Moh. Yamin, Prof. Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Usulan pertama diajukan oleh
Mr. Moh. Yamin mengemukakan lima asas ssebagai dasar Negara Indonesia, yaitu
sebagai berikut :
a. Perumusan
Dasar Negara Indonesia
untuk merumuskan UUD diawali dengan pembahasan mengenai dasar negara Indonesia Merdeka .
1) Rumusan Mr. Muh. Yamin
Tokoh yang pertama kali mendapatkan kesempatan untuk penyampaian rumusan Dasar Negara Indonesia Merdeka adalah Mr Muh . Yamin mengemukakan lima” Ajas Dasar Negara Republik Indonesia ”sebagai berikut :
a) peri kebangsaan
b) peri kemusiaan
c) peri ke-tuhanan
d) periKerakyataan
e) Kesejahteraan rakyat
2) Rumusan prof. Dr .Mr. Soepomo
Pada tanggal 31 mei 1945 prof. Dr.Mr Soepomo mengajukan Dasar Negara Indonesia Merdeka yaitu sebagai berikut :
a) Persatuan
b) Kekeluargaan
c) Keseimbangan
d) Musyawarah
e) Keadilan sosial
3) Rumusan Ir. Soekarno
Pada tanggal 1 juni 1945 berlangsunglah rapat terakhir dalam persidangan pertama , itu .pada kesempatan itulah Ir Soekarno mengemukakan pidatonya yang kemudian dikenal sebagai ”Lahirnya pancasila ”.selain berisi pandangan mengenai dasar negara Indonesia Merdeka ,keistimewaan pidato Ir Soekarno juga berisi usulan mengenai nama bagi dasar negara ,yaitu pancasila ,Trisiia ,atau Ekasila .Selanjutnya ,sidang memilih nama pancasila sebagai nama dasar negara .Lima dasar negara yang diusulkan oleh Ir Soekarno adalah sebagai berikut:
a) Kebangsaan Indonesia
b) Internasionalisme atau Perikemanusiaan
c) Mufakat atau demokrasi
d) Kesejahteraan sosial
e) Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Piagam Jakarta
Pada tanggal 22 jini 1945 BPUPKI membentuk panitia kecil yang beranggotakan dengan 9orang . oleh karna itu, panitia ini di sebut juga sebagai panitia sembilan. Anggotanya berjumlah 9orang , yaitu sebagai berikut:
1) Ir.Soekarno
2) Drs.Moh. Hatta
3) Mr. Muh. Yamin
4) Mr. Ahmad soebardjo
5) Mr. A.A . Maramis
6) Abdul kadir Muzakir
7) K. H. Wachid Hasjim
8) H. Agus Salim
9) Abikusno Tjokrosjoso
Mr. Muh. Yamin menamakan rumusan tersebut piagam Jakarta atau Jakarta Charter. rumusan rancangan dasar negara Indonesia Merdeka itu adalah sebagai berikut :
1) Ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan Syari’at islam sebagai pemeluk – pemeluknya ,
2) (menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
3) Kesatuan Indonesia
4) (dan) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusyawaratan perwakilan
5) (serta dengan mewujudkan suatu) keadilan sosial bagi kerakyatan indonesia
c. Rancangan UUD
Pada tanggal 10 juli 1945 dibahas Rencana UUD, termasuk soal pembukaan atau preambule-nya oleh sebuah panitia perancang UUD dangan suara bulat menyetujui isi prembule (pembukaan) yang di ambil dari piagam jakarta. Hasil perumusan panitia kecil ini kemudian di sempurnakan bahasanya oleh panitia penghalus bahasa yang terdiri dari Husein Djaja diningrat , H. Agus salaim, dan Prof . Dr. Mr . Soetomo
persidangan ke2 BPUPKI di laksanakan pada tanggal 14 juli 1945 dalam rangka menerima laporan panitia perancang UUD. Ir. Soekarno selaku ketui penitia melaporkan 3 hasil yaitu :
1) Pernyataan indonesia merdeka
2) Pembukaan UUD
3) UUD (batang tubuh )
2.Reaksi GolongonMuda
untuk merumuskan UUD diawali dengan pembahasan mengenai dasar negara Indonesia Merdeka .
1) Rumusan Mr. Muh. Yamin
Tokoh yang pertama kali mendapatkan kesempatan untuk penyampaian rumusan Dasar Negara Indonesia Merdeka adalah Mr Muh . Yamin mengemukakan lima” Ajas Dasar Negara Republik Indonesia ”sebagai berikut :
a) peri kebangsaan
b) peri kemusiaan
c) peri ke-tuhanan
d) periKerakyataan
e) Kesejahteraan rakyat
2) Rumusan prof. Dr .Mr. Soepomo
Pada tanggal 31 mei 1945 prof. Dr.Mr Soepomo mengajukan Dasar Negara Indonesia Merdeka yaitu sebagai berikut :
a) Persatuan
b) Kekeluargaan
c) Keseimbangan
d) Musyawarah
e) Keadilan sosial
3) Rumusan Ir. Soekarno
Pada tanggal 1 juni 1945 berlangsunglah rapat terakhir dalam persidangan pertama , itu .pada kesempatan itulah Ir Soekarno mengemukakan pidatonya yang kemudian dikenal sebagai ”Lahirnya pancasila ”.selain berisi pandangan mengenai dasar negara Indonesia Merdeka ,keistimewaan pidato Ir Soekarno juga berisi usulan mengenai nama bagi dasar negara ,yaitu pancasila ,Trisiia ,atau Ekasila .Selanjutnya ,sidang memilih nama pancasila sebagai nama dasar negara .Lima dasar negara yang diusulkan oleh Ir Soekarno adalah sebagai berikut:
a) Kebangsaan Indonesia
b) Internasionalisme atau Perikemanusiaan
c) Mufakat atau demokrasi
d) Kesejahteraan sosial
e) Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Piagam Jakarta
Pada tanggal 22 jini 1945 BPUPKI membentuk panitia kecil yang beranggotakan dengan 9orang . oleh karna itu, panitia ini di sebut juga sebagai panitia sembilan. Anggotanya berjumlah 9orang , yaitu sebagai berikut:
1) Ir.Soekarno
2) Drs.Moh. Hatta
3) Mr. Muh. Yamin
4) Mr. Ahmad soebardjo
5) Mr. A.A . Maramis
6) Abdul kadir Muzakir
7) K. H. Wachid Hasjim
8) H. Agus Salim
9) Abikusno Tjokrosjoso
Mr. Muh. Yamin menamakan rumusan tersebut piagam Jakarta atau Jakarta Charter. rumusan rancangan dasar negara Indonesia Merdeka itu adalah sebagai berikut :
1) Ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan Syari’at islam sebagai pemeluk – pemeluknya ,
2) (menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
3) Kesatuan Indonesia
4) (dan) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusyawaratan perwakilan
5) (serta dengan mewujudkan suatu) keadilan sosial bagi kerakyatan indonesia
c. Rancangan UUD
Pada tanggal 10 juli 1945 dibahas Rencana UUD, termasuk soal pembukaan atau preambule-nya oleh sebuah panitia perancang UUD dangan suara bulat menyetujui isi prembule (pembukaan) yang di ambil dari piagam jakarta. Hasil perumusan panitia kecil ini kemudian di sempurnakan bahasanya oleh panitia penghalus bahasa yang terdiri dari Husein Djaja diningrat , H. Agus salaim, dan Prof . Dr. Mr . Soetomo
persidangan ke2 BPUPKI di laksanakan pada tanggal 14 juli 1945 dalam rangka menerima laporan panitia perancang UUD. Ir. Soekarno selaku ketui penitia melaporkan 3 hasil yaitu :
1) Pernyataan indonesia merdeka
2) Pembukaan UUD
3) UUD (batang tubuh )
2.Reaksi GolongonMuda
a. Kongres
Pemuda Seluruh Jawa
tanggal 16 mei 1945 di bandung diadakan kongres pemuda seluruh jawa yang di prakarsai angkatan moeda indonesia. Kongres pemuda itu dihadirin oleh lebih 100 pemuda. Kongres tersebut menghimbau para pemuda di jawa hendaknya bersatu dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan proklamasi kemerdkaan . satelah 3 hari kongres berlangsung, akhirnya di putuskan 2 buah resolusi, yaitu:
1) Semua golongan indonesia , terutama golongan pemuda di persatukan dan di bulatkan di bawah satu pimpinan nasional.
2) dipercepatnya pelaksanaan pernyataan kemerdekaan indonesia.
b. Pembentukan Gerakan Angkatan Baroe Indonesia
Pernyataan pada kongres pemuda seluruh jawa tidak memuaskan beberapa tokoh pemuda yang hadir. Mereka bertekad untuk menyatakan suatu gerakan pemuda yang lebih radikal . diadakan suatu pertemuan rahasia di jakerta utuk membentuk suatu panitia kusus yang di ke tuai oleh B. M. Diah . yang menghasilkan pembentukan gerakan angkatan baroe indonesia misalnya:
1) mencapai persatuan yang kompak di antara seluruh golongan masyarakat indonesia
2) menanamkan semangat revolusioner masa atas dasar kesadaran mereka sebagai rakyat yang berdaulat
3) membentuk negara kesatuan republik indonesia
4) bahu–bahu bersama jepang untuk mempersatukan indonesia tetapi jika perlu termasuk untuk mencapai kemerdekaan dengan kekuatannya sendiri .
c. Pembentukan gerakan rakyat baroe .
Pembentukan gerakan rakyat baroe adalah gerakan rakyat baroe yang di bentuk berdasarkan hasil sidang ke-8 cuo sangiin. Susunan pengurus pusat organisasi ini terdiri dari 80 orang . anggotanya terdiri atas penduduk asli indonesia dan bangsa jepang golongan cina, golongan arab ,dan golongan peranakan eropa.
3. Pembentukan PPKI
Pada tanggal 7 agustus 1945 BPUPKI di bubarkan sebagai penggantinya pemerintah pendudukan jepang membentuk PPKI .Ir. soekarno untuk sebagai ketua PPKI dan Drs. Muh hata ditunjuk sebagai wikil ketuanya , sedangkan Mr.Ahmad Soerbadjo ditunjuk sebagai penasehatnya .
4. Pristiawa Rengasdengklok
Mohammad Hatta berjanji akan menanyakan hal itu kepada Gunsekanbu. Setelah yakin bahwa jepang telah menyerahkan kepada sekutu Moh. Hatta mengabil keputusan untuk segera meninggalkan Anggota PPKI .rapat yang dipimpin oleh Chairul Saleh itu menghasilkan keputusan ” kemerdekaan indonesia adalah hak dan soal indonesia sendiri , tak dapat di gantung pada orang dan negara lain .
5. Perumusan teks proklamasi
Sebelum mereka mulai merumskan naskah proklamasi . Kalimat pertama dari naskah proklamasi merupakan saran dari Mr.Ahmad Soebardjo yang diambil dari rumusan BPUPKI , sedangkan kalimat terakhir merupakan sumbangan pikiran dari Drs .Moh. Hatta.
6. Pelaksana proklamasi kemerdekaan
Pimpinan bangsa indonesiia telah berdatangan ke jalan pegang saat Timur. Adapun susunan acara yang telah dipersiapkan adalah :
1)pembacaan proklamasi
2)pengibaran bendera merah putih
3) sambutan wali kota Soewirjo dan dr.Muwardi
7.penyebaran berita proklamasi
Berita proklamasi yang sudah meluas di seluruh jakarta disebarkan keseluruh indonesia. Selain lewat radio, berita proklamasi juga disiarkan lewat pers dan surat sebaran
8.Reaksi Rakyat terhadap proklamasi kemerdekaan
Reaksi berbagai daerah di indonesia terhadap proklamasi kemerdekaan Republik indonesia adalah terjadinya perubahan kekuasaan , baik dengan cara kekerasan maupun dengan cara perundingan .
tanggal 16 mei 1945 di bandung diadakan kongres pemuda seluruh jawa yang di prakarsai angkatan moeda indonesia. Kongres pemuda itu dihadirin oleh lebih 100 pemuda. Kongres tersebut menghimbau para pemuda di jawa hendaknya bersatu dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan proklamasi kemerdkaan . satelah 3 hari kongres berlangsung, akhirnya di putuskan 2 buah resolusi, yaitu:
1) Semua golongan indonesia , terutama golongan pemuda di persatukan dan di bulatkan di bawah satu pimpinan nasional.
2) dipercepatnya pelaksanaan pernyataan kemerdekaan indonesia.
b. Pembentukan Gerakan Angkatan Baroe Indonesia
Pernyataan pada kongres pemuda seluruh jawa tidak memuaskan beberapa tokoh pemuda yang hadir. Mereka bertekad untuk menyatakan suatu gerakan pemuda yang lebih radikal . diadakan suatu pertemuan rahasia di jakerta utuk membentuk suatu panitia kusus yang di ke tuai oleh B. M. Diah . yang menghasilkan pembentukan gerakan angkatan baroe indonesia misalnya:
1) mencapai persatuan yang kompak di antara seluruh golongan masyarakat indonesia
2) menanamkan semangat revolusioner masa atas dasar kesadaran mereka sebagai rakyat yang berdaulat
3) membentuk negara kesatuan republik indonesia
4) bahu–bahu bersama jepang untuk mempersatukan indonesia tetapi jika perlu termasuk untuk mencapai kemerdekaan dengan kekuatannya sendiri .
c. Pembentukan gerakan rakyat baroe .
Pembentukan gerakan rakyat baroe adalah gerakan rakyat baroe yang di bentuk berdasarkan hasil sidang ke-8 cuo sangiin. Susunan pengurus pusat organisasi ini terdiri dari 80 orang . anggotanya terdiri atas penduduk asli indonesia dan bangsa jepang golongan cina, golongan arab ,dan golongan peranakan eropa.
3. Pembentukan PPKI
Pada tanggal 7 agustus 1945 BPUPKI di bubarkan sebagai penggantinya pemerintah pendudukan jepang membentuk PPKI .Ir. soekarno untuk sebagai ketua PPKI dan Drs. Muh hata ditunjuk sebagai wikil ketuanya , sedangkan Mr.Ahmad Soerbadjo ditunjuk sebagai penasehatnya .
4. Pristiawa Rengasdengklok
Mohammad Hatta berjanji akan menanyakan hal itu kepada Gunsekanbu. Setelah yakin bahwa jepang telah menyerahkan kepada sekutu Moh. Hatta mengabil keputusan untuk segera meninggalkan Anggota PPKI .rapat yang dipimpin oleh Chairul Saleh itu menghasilkan keputusan ” kemerdekaan indonesia adalah hak dan soal indonesia sendiri , tak dapat di gantung pada orang dan negara lain .
5. Perumusan teks proklamasi
Sebelum mereka mulai merumskan naskah proklamasi . Kalimat pertama dari naskah proklamasi merupakan saran dari Mr.Ahmad Soebardjo yang diambil dari rumusan BPUPKI , sedangkan kalimat terakhir merupakan sumbangan pikiran dari Drs .Moh. Hatta.
6. Pelaksana proklamasi kemerdekaan
Pimpinan bangsa indonesiia telah berdatangan ke jalan pegang saat Timur. Adapun susunan acara yang telah dipersiapkan adalah :
1)pembacaan proklamasi
2)pengibaran bendera merah putih
3) sambutan wali kota Soewirjo dan dr.Muwardi
7.penyebaran berita proklamasi
Berita proklamasi yang sudah meluas di seluruh jakarta disebarkan keseluruh indonesia. Selain lewat radio, berita proklamasi juga disiarkan lewat pers dan surat sebaran
8.Reaksi Rakyat terhadap proklamasi kemerdekaan
Reaksi berbagai daerah di indonesia terhadap proklamasi kemerdekaan Republik indonesia adalah terjadinya perubahan kekuasaan , baik dengan cara kekerasan maupun dengan cara perundingan .
Pada awalnya Jepang yang pada saat
terlibat dalam perang asia pasifik, membutuhkan tenaga pemuda untuk berperang.
Kemudian jepang segera meminta bantuan kepada rakyat Indonesia agar mereka mau
membantu dengan imbalan Jepang akan memberikan kemerdekaan untuk Indonesia
dengan istilah Deklarasi Kaiso.
Dibentuknya BPUPKI/Dokuritsu Junbi
Cosakai bertujuan untuk menyelidiki dan mengumpulkan bahan-bahan penting
tentang ekonomi, politik dan tata pemerintahan sebagai persiapan untuk
kemerdekaan Indonesia. Tentunya pembentukan BPUPKI ini hanya digunakan sebagai
kamuflase Jepang saja, karena sudah tentu Jepang tidak akan melepaskan
Indonesia yang kaya akan SDA dan SDM.
4.
Perang
Asia Pasifik (Perang Dunia Ke-2).
Perang Dunia II
di medan Asia-Pasifik diawali oleh Jepang dengan membom secara tiba-tiba
terhadap pangkalan terbesar Angkatan Laut Amerika Serikat Pearl Harbour di
Pasifik tanggal 7 Desember 1941. Lima jam setelah penyerangan itu, Gubernur
Jenderal Hindia Belanda Tjarda Van Starkenborg Stachouwer menyatakan perang
terhadap Jepang. Jepang dalam waktu singkat melakukan serbuan ke selatan yakni
pada tanggal 8 Desember 1941 menyerbu lapangan terbang Clark Field dan lapangan
Iba di Pulau Luzon Filipina. Setelah berhasil menguasai dua tempat tersebut
Jepang melanjutkan menduduki P. Hainan, Hongkong, dan Bangkok. Hongkong
merupakan pos terdepan bagi Inggris di Asia. Pada tanggal 10 Desember 1941
Jepang menduduki Pulau Luzon dan Bataan di Filipina dengan mendapat perlawanan
sengit dari pasukan Amerika yang dibantu sukarelawan Filipina. Kemudian pada
tanggal 16 Desember 1941 Jepang berhasil menduduki Birma (Myanmar) dan akhirnya
pada tanggal 20 Desember 1991 Jepang menduduki Davao di Filipina.
Untuk
menghadapi serangan Jepang, tentara Sekutu membentuk komando ABDACOM (American,
British Dutch Australian Command) yaitu gabungan dari pasukan Amerika, Inggris,
Belanda, dan Australia yang bermarkas di Lembang (dekat Bandung). Pasukan ini
mulai beroperasi tanggal 15 Januari 1942 di bawah panglima besar Sir Archibald
Wavell (Inggris). Di samping itu juga membentuk Front ABCD (American, British,
Cina, Dutch) yaitu gabungan pasukan Amerika, Inggris, Cina dan Belanda. Adapun
serangan-serangan Jepang semakin gencar dan menguasai beberapa daerah.Perang
Dunia II di medan Asia-Pasifik diawali oleh Jepang dengan membom secara
tiba-tiba terhadap pangkalan terbesar Angkatan Laut Amerika Serikat Pearl
Harbour di Pasifik tanggal 7 Desember 1941. Lima jam setelah penyerangan itu,
Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda Van Starkenborg Stachouwer menyatakan
perang terhadap Jepang. Jepang dalam waktu singkat melakukan serbuan ke selatan
yakni pada tanggal 8 Desember 1941 menyerbu lapangan terbang Clark Field dan
lapangan Iba di Pulau Luzon Filipina. Setelah berhasil menguasai dua tempat
tersebut Jepang melanjutkan menduduki P. Hainan, Hongkong, dan Bangkok.
Hongkong merupakan pos terdepan bagi Inggris di Asia.
Pada tanggal 10
Desember 1941 Jepang menduduki Pulau Luzon dan Bataan di Filipina dengan mendapat
perlawanan sengit dari pasukan Amerika yang dibantu sukarelawan Filipina.
Kemudian pada tanggal 16 Desember 1941 Jepang berhasil menduduki Birma
(Myanmar) dan akhirnya pada tanggal 20 Desember 1991 Jepang menduduki Davao di
Filipina. Untuk menghadapi serangan Jepang, tentara Sekutu membentuk komando
ABDACOM (American, British Dutch Australian Command) yaitu gabungan dari
pasukan Amerika, Inggris, Belanda, dan Australia yang bermarkas di Lembang
(dekat Bandung). Pasukan ini mulai beroperasi tanggal 15 Januari 1942 di bawah
panglima besar Sir Archibald Wavell (Inggris). Di samping itu juga membentuk
Front ABCD (American, British, Cina, Dutch) yaitu gabungan pasukan Amerika,
Inggris, Cina dan Belanda. Adapun serangan-serangan Jepang semakin gencar dan menguasai
beberapa daerah.
Pada bulan Januari 1942 Jepang menduduki
Malaysia, Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Malaysia pada waktu itu dikuasai Sekutu
berhasil direbut Jepang. Pada tanggal 24 Januari 1942 Jepang menduduki Tarakan,
Balikpapan, dan Kendari. Balikpapan merupakan sumber-sumber minyak maka
diserang dengan hati-hati agar tetap utuh, tetapi dibumihanguskan oleh tentara
Belanda. Tanggal 3 Februari 1942 Samarinda diduduki pasukan Jepang. Pada waktu
itu Samarinda masih dikuasai tentara Hindia Belanda (KNIL). Dengan direbutnya
lapangan terbang oleh Jepang, maka tanggal 10 Februari 1942 Banjarmasin dengan
mudah dapat diduduki. Pada tanggal 4 Februari 1942 Ambon berhasil diduduki
Jepang, kemudian dilanjutkan pada tanggal 14 Februari 1942 menguasai Palembang dan
sekitarnya. Dengan jatuhnya Palembang maka dengan mudah Jepang masuk ke Jawa.
Dalam penyerbuan-penyerbuan itu Jepang lebih kuat dibanding Sekutu karena
Jepang memiliki bantuan kekuatan udara taktis. Sedangkan kekuatan udara Sekutu
sudah dihancurkan dalam pertempuran-pertempuran awal di Indonesia maupun Malaya
(Malaysia).
Adapun serangan-serangan pasukan Jepang
di Jawa diawali pada tanggal 1 Maret 1942, Jepang mendarat di Teluk Banten,
Eretan Wetan (Jawa Barat) dan di Kragan (Jawa Tengah). Kemudian tanggal 5 Maret
kota Batavia (Jakarta) jatuh ke tangan tentara Jepang dan dilanjutkan menduduki
Buitenzorg (Bogor). Jepang menyerang di Pulau Jawa karena dipandang sebagai
basis kekuatan politik dan militer Belanda. Oleh karena itu, gerakan pasukan
Jepang baik dari arah barat maupun dari timur ditujukan ke Pulau Jawa.
Serangan-serangan Jepang dalam waktu singkat dapat menjatuhkan negara-negara
imperialis di Cina daratan dan Asia Tenggara termasuk Belanda di Indonesia.
Pasukan Belanda terkepung di Cilacap dan Bandung kemudian menyerah tanpa syarat
kepada Jepang di Kalijati, Subang (Jawa Barat) pada tanggal 8 Maret 1942.
Penyerahan ini ditandatangani oleh Panglima Tentara Hindia Belanda Letnan
Jenderal Ter Poorten dan di pihak Jepang diwakili Jenderal Hitosyi Imamura.
Perang
dunia ke-dua merupakan perang terbesar
sejarah kehidupan manusia yang mengakibatkan
kehancuran dan menelankorban
jutaan jiwa. Peristiwa perang dunia II terjadi karena adanya kecenderungan
atau suatu
paham fasisme yang berkembang di Eropa keadaan politik internasional menjelang Perang Dunia II menyerupai keadaan tahun 1906-1914
sebelum Perang Dunia I. Ada yang menyatakan bahwa Perang Dunia II merupakan
lanjutan Perang Dunia I. PerangDunia I merupakan balas dendam Perancis
terhadap Jerman karena dipermalukan dalamkekalahannya
ketika kalah perang tahun 1870-1871. Selain itu dalam masalah industri,Jerman
juga bersaing dengan Inggris. Dengan
persaingan-persaingan
itu makaterbentuklah
persekutuan militer (aliansi). Ada dua
persekutuan, yakni triple alliantieyang kemudian
dikenal dengan “Blok Sentral” yang terdiri atas Jerman, Austria, danItalia. Sedangkan Triple
Entente yang kemudian disebut “Blok Sekutu” yang terdiri atasPerancis, Inggris,
Rusia dan lain-lain.Pada tanggal 1 agustus
1914 Jerman mengumumkan perang kepada Rusia dandisusul Perancis mengumumkan
perang kepada Jerman tanggal 3 agustus
1914.Kemudian tanggal 4 agustus
Inggris berkecamuklah perang yang hampir melibatkanseluruh dunia
dikenal dengan Perang Dunia II. Perang ini berakhir dengan kekalahanJerman
yang menyerah pada tanggal 11 November
1918 sebagai pihak yang kalah,Jerman
harus membayar ganti rugi kepada sekutu dengan dikuatkan dalam perjanjianversailles pada tahun 1919.
Pihak-Pihak
Yang Berperang Dalam Perang Dunia II.
Jalannya
Perang Dunia II terbagi tiga.
Adapun pihak-pihak
yang berperangdibeberapa medan peperangan dalam Perang
Dunia II1. Medan EropaPada tanggal 1 september
1939 Jerman menyerang Polandia pada tanggal 9 april1940 Jerman
melakukan serangan ke utara yakni ke Denmark dan Norwegia. Keduanegara ini dapat diduduki
Jerman. Pada bulan Mei 1940 Belanda dapat diduduki Jermansehingga Ratu Wilhelmina mengungsi ke Inggris.
Tentara Perancis dibawah pimpinanCharles de Gaule mengungsi ke
Inggris.2. Medan AfrikaInggris dapat memukul
mundur tentara Italia di Afrika Utara. Serangan sekututerhadap blok sentral
pada tanggal 23 oktober 1942 di Afrika Utara dipusatkan di ElAlamien,
Mesir. Tentara Jerman di bawah jenderal Erwin Rommel menyerbu Afrika
danmenghantam Inggris sampai di muka Alexandria. Serangan Jerman ke Afrika
Utara dapatditahan
oleh Inggris dibawah pimpinan
Montgomery dan Amerika
Serikat dibawahEisenhawer pada tanggal 12 november 1942.3. Medan Asia
Pasifik Perang
di medan asia pasifik diawali
dengan penyerbuan
pangkalan armadaangkatan
laut Amerika Serikat di Pearl harbour, hawai pada tanggal 7 desember 1941 oleh Jepang. Perang dunia II asia pasifik sering disebut perang asia timur raya.
Latar belakang yang menjadi penyebab
Perang Dunia II yang terjadipada tahun 1939-1945 pada umumnya tidak dapat
dilepaskan dari peristiwa Perang Dunia I yang terjadi pada tahun 1914-1918. Fasisme
sebagai salah satu lambang kediktatoran sebenarnya telah muncul jauh sebelum
abad-20. Faham tersebut semakin berkembang dan menjadi ideologi sebuah negara.
Kemunculan negara-negara berhaluan paham fasisme itulah yang disinyalir menjadi
penyebab utama Perang Dunia ke-2.
Alasanya karena fasis merupakan lawan demokrasi dan mengakibatkan munculnya
pertentengan ideologi antar negara. Akibatnya, perlombaan persenjataan pun
tidak bisa dihindari. Selain itu, gagalnya
LBB mewujudkan tugas perdamaian dan keamaanan dunia yang dianggap
sebagai sebab umum terjadinya perang dunia ke II (Perang Asia Pasifik). Secara
umum alasan langsung yang menyebabkan terjadinya Perang Dunia II 1939-1945
dipicu oleh faktor yaitu :
a. Sebab umum: Kegagalan Liga
Bangsa-Bangsa (LBB) dalam menciptakan perdamaian dunia.
b. Negara - negara maju saling berlomba
memperkuat militer dan persenjataannya. Adanya politik aliansi (mencari kawan
persekutuan).
1. Blok Fasis terdiri atas Jerman, Italia, dan
Jepang
2. Blok Sekutu terdiri atas:
a). Blok demokrasi yaitu Perancis,
Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda.
b). Blok komunis yaitu Rusia,Polandia,
Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia, Rumania, dan Cekoslovakia.
c). Adanya pertentangan-pertentangan
akibat ekspansi
d). Adanya pertentangan faham demokrasi,
fasisme dan komunisme.
e). Adanya
politik balas dendam (“Revanche Idea”) Jerman terhadap Perancis, karena Jerman
merasa dihina dengan Perjanjian Versailles .
Dengan penandatanganan ini maka Perang
Dunia II membawa akibat bagi bangsa Indonesia yaitu:
1. Akibat positif, yaitu imperialisme
Belanda di Indonesia berakhir,
2. Akibat negatif, yaitu Indonesia
dijajah Jepang.
Masa penjajahan Jepang di Indonesia
walaupun tidak begitu lama akan tetapi mengakibatkan penderitaan lahir maupun
batin. Rakyat kekurangan pangan dan sandang serta mengalami penderitaan
rokhaniah (moral). Kebijaksanaan Jepang terhadap rakyat Indonesia mempunyai dua
prioritas yaitu:
1. Menghapuskan pengaruh-pengaruh Barat
di kalangan rakyat Indonesia.
2. Menggerakkan rakyat Indonesia demi
kemenangan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.
Sumber Buku :
IPS Terpadu 2 Yudhistira, Karya Drs. Anwar
Kurnia,
IPS Terpadu 3 Yudhistira, Drs. Anwar
Kurnia,
IPS
Kelas 2 penerbit Sahabat ,Karya
Kusmarwanto dan Surya Fathoni
Tidak ada komentar:
Posting Komentar